Tingkat Pengangguran Terbuka di Anambas Stabil

PROKEPRI.COM, ANAMBAS – Tingkat pengangguran terbuka di Kabupaten Kepulauan Anambas menunjukkan tren yang relatif stabil dalam beberapa tahun terakhir.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kepulauan Anambas, Adi Cahyadi melalui Statistisi Terampil, Muhammad Rhevanza Kusnadi mencatat pada tahun 2017 sebesar 5,18 persen, 2018 sebesar 2,46 persen, 2019 sebesar 2,91 persen, 2020 sebesar 3,44 persen, 2021 sebesar 1,27 persen, 2022 sebesar 2,15 persen, 2023 sebesar 2,55 persen, 2024 sebesar 2,38 persen, dan 2025 sebesar 2,56 persen.
Selain indikator ketenagakerjaan, BPS juga mencatat perkembangan angka kemiskinan di Kabupaten Kepulauan Anambas selama satu dekade terakhir.
Persentase penduduk miskin di daerah tersebut pada tahun 2016 sebesar 6,73 persen, 2017 sebesar 6,87 persen, 2018 sebesar 6,93 persen, 2019 sebesar 6,44 persen, 2020 sebesar 6,56 persen, 2021 sebesar 7,09 persen, 2022 sebesar 7,51 persen, 2023 sebesar 6,95 persen, 2024 sebesar 6,67 persen, dan 2025 sebesar 6,35 persen.
“Penduduk miskin di Kabupaten Kepulauan Anambas menurun 0,32 persen pada tahun 2025 dibandingkan tahun sebelumnya,” kata Kusnadi, Jumat (13/3/2026).
Sedangkan pertumbuhan ekonomi Anambas pada 2025, masih dia, mengalami peningkatan cukup signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Berdasarkan data BPS tahun 2025, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kepulauan Anambas mencapai 15,54 persen,” ungkap Kusnadi.
Ia menjelaskan, dinamika pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Kepulauan Anambas selama satu dekade terakhir menunjukkan fluktuasi yang cukup tajam. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor ekonomi, baik di tingkat daerah maupun nasional.
Berdasarkan data BPS, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kepulauan Anambas dalam beberapa tahun terakhir tercatat Tahun 2016 sebesar 2,9 persen, 2017 sebesar -0,1 persen, 2018 sebesar -8,21 persen, 2019 sebesar -0,13 persen, 2020 sebesar -7,83 persen, 2021 sebesar 0,04 persen, 2022 sebesar 0,09 persen, 2023 sebesar 0,62 persen, 2024 sebesar -5,67 persen, dan 2025 sebesar 15,54 persen.
“Jika dibandingkan pertumbuhan ekonomi Anambas sejak tahun 2016 hingga 2025, maka angka 15,54 persen pada tahun 2025 merupakan yang tertinggi dalam 10 tahun terakhir,” jelas Kusnadi.
Sementara itu, Bupati Kepulauan Anambas, Aneng, menyatakan pemerintah daerah akan terus mendorong pertumbuhan ekonomi agar memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.
Ia menegaskan bahwa peningkatan pertumbuhan ekonomi harus dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat.
Selain itu, pemerintah daerah juga akan memperkuat berbagai program pembangunan serta pemberdayaan ekonomi masyarakat guna menekan angka kemiskinan dan pengangguran.
“Pemerintah Daerah Kepulauan Anambas akan terus berupaya menurunkan angka kemiskinan serta pengangguran di Kepulauan Anambas,” ujar Aneng.
Pemerintah daerah berharap tren positif pertumbuhan ekonomi tersebut dapat terus berlanjut di masa mendatang dengan dukungan masyarakat dan sektor swasta.
“Dengan peningkatan pertumbuhan ekonomi ini, diharapkan dapat terus berlanjut dengan dukungan seluruh masyarakat dan sektor swasta untuk peningkatan kesejahteraan,” pungkasnya.(as)
Editor: yn
