NASIONAL

9 WNI Yang Ditahan Militer Israel Bebas, Kemenlu: Segera Kembali ke Tanah Air

Gedung Kemenlu RI, Jakarta. Foto Kemenlu

PROKEPRI.COM, JAKARTA – Sembilan orang Warga Negara Indonesia (WNI) termasuk 4 wartawan yang sebelumnya ditangkap, dan ditahan militer Israel, akhirnya dibebaskan.

“Pemerintah Indonesia dengan penuh rasa syukur menyampaikan bahwa 9 (Sembilan) Warga Negara Indonesia yang ditangkap oleh militer Israel dalam pencegatan kapal dan penangkapan relawan yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 saat ini dalam perjalanan meninggalkan wilayah Israel menuju Istanbul, Turki, dan akan segera melanjutkan perjalanan kembali ke tanah air,”tulis Pemerintah Indonesia melalui Kementrian Luar Negeri (Kemenlu) dalam pernyataan resminya dikutip Sabtu (23/5/2026).

Kemenlu menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Turki atas peran aktif dan dukungan penuh dalam memfasilitasi proses pemulangan tersebut.

“Perkembangan positif ini merupakan buah kerja keras dan koordinasi erat yang dilakukan Pemerintah Indonesia secara intensif sejak menerima laporan pencegatan armada GSF 2.0. dan Kemlu RI melalui Direktorat Pelindungan WNI telah mengoptimalkan seluruh kanal diplomatik yang tersedia, termasuk melalui KBRI Ankara, KBRI Kairo, KBRI Roma, KBRI Amman, dan KJRI Istanbul, serta menjalin komunikasi aktif dengan otoritas dan mitra internasional terkait guna memastikan keselamatan dan percepatan pembebasan seluruh warga negara Indonesia,”jelas Kemenlu.

Pemerintah Indonesia juga tetap menegaskan kecamannya atas perlakuan tidak manusiawi yang diterima para relawan selama masa penahanan.

“Tindakan yang merendahkan martabat warga sipil dalam sebuah misi kemanusiaan merupakan pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional yang tidak dapat ditoleransi,”tegas Kemenlu.

Pemerintah Indonesia akan terus mengawal proses pemulangan ini hingga seluruh WNI tiba kembali ke tanah air dengan selamat.

“Kami mengucapkan terima kasih juga kepada seluruh warga negara Indonesia yang telah mendoakan keselamatan para saudara-saudara kita yang ditangkap ini, dan terima kasih juga kepada Bapak Presiden Republik Indonesia atas arahannya sehingga proses ini bisa berlangsung dengan lancar. Terima kasih atas dukungan yang diberikan oleh Komisi 1 DPR RI, yang terhormat, serta semua pihak yang tidak mungkin kami bisa sebut satu persatu tanpa mengurangi rasa hormat. Semua pihak sudah berupaya sehingga saudara-saudara kita dapat keluar dari wilayah Israel dan kita harap semoga segera kembali ke Indonesia dalam keadaan selamat, sehat dan tidak kurang suatu apapun, terima kasih,”pungkas Kemenlu.

Sebelumnya diberitakan, sembilan Warga Negara Indonesia (WNI), termasuk empat wartawan Indonesia, dilaporkan ditangkap, dan ditahan aparat Israel saat mengikuti misi kemanusiaan menuju Gaza, Palestina.

Keempat wartawan itu bernama Bambang Noroyono dan Thoudy Badai (wartawan Republika), serta wartawan Tempo Andre Prasetyo Nugroho, Rahendro Herubowo.

Kesembilan WNI tersebut ikut turut dalam kapal pelayaran kemanusian Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) pada misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2026 ke Gaza.

Ini Daftar Nama 9 WNI Ditahan Militer Israel sebelumnya

1. Herman Budianto Sudarsono. (GPCI – Dompet Dhuafa) Kapal Zapyro
2. Ronggo Wirasanu (GPCI – Dompet Dhuafa) Kapal Zapyro
3. Andi Angga Prasadewa – (GPCI – Rumah Zakat) Kapal Josef
4. Asad Aras Muhammad – (GPCI – Spirit of Aqso) Kapal Kasr-1
5. Hendro Prasetyo (GPCI – SMART 171) Kapal Kasr-1
6. Bambang Noroyono (Republika) Kapal BoraLize
7. Thoudy Badai Rifan Billah (Republika) Kapal Ozgurluk
8. Andre Prasetyo Nugroho – (Tempo) Kapal Ozgurluk
9. Rahendro herubowo (GPCI – iNewsTV, Berita1, CNN) kapal Ozgurluk. (i)

Editor: yn

Back to top button