KEPRI

Viral Kisah Pilu 3 Anak Ditinggal Ayah Masuk Penjara dan Ibu Alami Gangguan Jiwa

PROKEPRI.COM, TANJUNGPINANG – Kisah pilu perjuangan tiga anak karena ditinggal sang ayah yang sedang mendekam di penjara, dan ibu mengalami gangguan jiwa viral menghebohkan jagat media sosial di Kota Tanjungpinang.

Anak pertama berjenis kelamin perempuan hingga kini belum memiliki pekerjaan tetap, dan harus menanggung dua orang adiknya yang masih kecil.

“Sehari-hari ia bekerja menjaga stan minuman dengan penghasilan sekitar Rp25.000-Rp30.000 per hari,”kata akun Instragram @sscbatam membagikan kisah mengharukan oleh tiktok acaayaaaaaa, dan viral baru-baru ini.

Dalam video, tampak remaja berjenis kelamin perempuan itu menceritakan kondisinya bersama dua adiknya itu.

Ia mengaku ayahnya sedang menjalani hukuman di dalam penjara. Sementara ibunya dirawat di Rumah Sakit Jiwa (RSJ). Di usianya yang masih muda, harus berjuang menanggung diri, serta menghidupi kedua adiknya tersebut.

Dinas Sosial (Dinsos) Kota Tanjungpinang pun bergerak cepat menindaklanjuti video yang beredar di media sosial itu.

Petugas turun kelapangan mencari tau mengenai kondisi tiga orang anak di Kota Tanjungpinang yang viral tersebut.

Langkah itu dilakukan melalui asesmen lapangan untuk memastikan kondisi sebenarnya sekaligus menentukan penanganan yang tepat bagi ketiga anak dimaksud.

Kepala Dinas Sosial Kota Tanjungpinang, Endang Susilawati, mengatakan hasil asesmen menunjukkan bahwa benar ayah ketiga anak itu saat ini sedang menjalani proses hukum.

Sementara itu, ibu mereka mengalami gangguan kejiwaan dan kini berada dalam pengasuhan keluarga dari pihak ibu di Kota Batam.

“Berdasarkan keterangan keluarga, anak-anak diminta tetap melanjutkan pendidikan di Kota Tanjungpinang. Setelah pendidikan mereka selesai, keluarga dari pihak ibu menyatakan bersedia menerima dan mengasuh mereka di Batam,” ujar Endang, Jumat (3/7/2026).

Ia menjelaskan, anak pertama berusia 19 tahun hingga kini belum memiliki pekerjaan tetap. Dari hasil asesmen diketahui, yang bersangkutan lebih sering berada di rumah teman-temannya dan beberapa kali meninggalkan kedua adiknya untuk pergi ke Batam.

Selama ini, kata Endang, biaya sewa tempat tinggal mereka dibantu oleh seorang bibi yang berada di Pulau Jawa, sedangkan kebutuhan makan sehari-hari hanya terpenuhi melalui bantuan yang sangat terbatas.

Melihat kondisi tersebut, Dinsos menilai ketiga anak itu membutuhkan perhatian, pendampingan, dan perlindungan yang lebih optimal.

Keterbatasan pengasuhan orang tua, minimnya pengawasan orang dewasa, serta kondisi ekonomi keluarga dinilai berpotensi memengaruhi pemenuhan hak-hak dasar dan tumbuh kembang mereka.

Sebagai langkah penanganan sementara, Dinsos merekomendasikan agar ketiga anak tersebut ditempatkan di LKSA hingga ayah mereka selesai menjalani masa pidana.

“Penempatan ini diharapkan dapat menjamin terpenuhinya kebutuhan dasar, pendidikan, pendampingan, serta pengawasan terhadap aktivitas sehari-hari mereka. Saat ini kami masih berkoordinasi sambil menunggu persetujuan dari anak-anak yang bersangkutan mengenai kesediaan mereka untuk tinggal di LKSA,” kata Endang.

Saat ini, ketiga anak tersebut berada di Kantor Dinsos Kota Tanjungpinang. Menurut Endang, langkah tersebut diambil karena mereka merasa kurang nyaman setelah banyak pihak mendatangi tempat tinggal mereka dan melakukan perekaman video terhadap aktivitas sehari-hari.

Karena itu, Dinsos mengimbau masyarakat untuk menghormati privasi dan hak-hak anak demi menjaga kondisi psikologis mereka.

Dalam proses penanganan, Dinsos juga telah berkoordinasi dengan berbagai pihak, mulai dari sekolah tingkat SMP dan SMA tempat anak-anak bersekolah, Lurah Pinang Kencana, komite sekolah, hingga kerabat dari pihak ayah.

Koordinasi dilakukan agar penanganan berlangsung secara terpadu dan berkelanjutan.

“Kepedulian masyarakat merupakan bentuk solidaritas yang sangat berarti. Namun, kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama memberikan ruang yang aman dan nyaman bagi anak-anak tersebut agar mereka dapat menjalani proses pendampingan dan pemulihan dengan baik,” ujar Endang.(i)

Editor: yn

Back to top button