Dua Hari Pasca-Blackout Batam-Bintan, Darmawan Prasodjo Resmi Dicopot dari Jabatan Dirut PLN

PROKEPRI.COM, BATAM – Kementerian BUMN melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biis (RUPSLB) resmi memberhentikan Darmawan Prasodjo dari jabatannya sebagai Direktur Utama PT PLN (Persero) pada Rabu (14/10/2026) malam.
Dilansir dari sejumlah media, posisi tertinggi di perusahaan listrik negara tersebut kini diamanatkan kepada Suroso Isnandar, yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan (EBT) PLN.
Keputusan mendadak ini diambil hanya berselang dua hari setelah insiden pemadaman listrik total (blackout) massal yang melumpuhkan wilayah Batam, Bintan, dan Tanjungpinang selama hampir 15 jam sejak Senin (12/10/2026) pagi.
Komisaris Independen PLN, Andi Arief, membenarkan adanya pergantian pucuk pimpinan tersebut. “Iya, ada pergantian Dirut. Pak Darmawan digantikan oleh Pak Suroso,” ujar Andi.
Suroso saat ini juga masih merangkap jabatan lamanya untuk memastikan kelanjutan proyek strategis nasional.
Istana Turun Tangan dan Evaluasi Danantara
Meskipun pihak komisaris menyebut pergantian ini sebagai bagian dari penyegaran organisasi karena masa jabatan Darmawan yang sudah cukup lama, momentum pencopotan yang berdekatan dengan krisis listrik di Kepulauan Riau dinilai publik sebagai bentuk evaluasi ketat atas keandalan sistem kelistrikan nasional.
Sebelum keputusan RUPSLB diketuk, Presiden Prabowo Subianto sempat memanggil Suroso Isnandar ke Istana Negara bersama Menko Hilirisasi dan Transisi Energi/Menteri ESDM Bahlil Lahadalia serta CEO Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia, Rosan Roeslani.
Istana meminta evaluasi total dan langkah cepat demi menjaga stabilitas wilayah ekonomi strategis seperti Batam.
Pasca-insiden ini, Danantara Indonesia mengumumkan akan mengambil alih langsung pengelolaan PT PLN Batam untuk memperkuat daya tarik investasi dan memulihkan kualitas pelayanan pelanggan di kawasan tersebut.
Penyebab Blackout Batam
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia membeberkan bahwa gangguan kelistrikan di Batam dipicu oleh masalah teknis, termasuk adanya sambaran petir dan gangguan dari hewan liar (kelelawar) yang masuk ke area Gardu Induk Sei Harapan.
Per hari ini, Kamis (15/10/2026), Suroso melaporkan bahwa pasokan listrik di Batam telah pulih 100 persen, sementara wilayah Bintan masih dalam tahap penuntasan pemulihan. PLN Batam juga menjanjikan pemberian kompensasi otomatis pada tagihan bulan berikutnya bagi pelanggan terdampak yang memenuhi kriteria Tingkat Mutu Pelayanan (TMP).
Suroso Isnandar kini memikul tugas berat untuk memimpin transformasi lanjutan di PLN sekaligus membuktikan keandalan infrastruktur energi di tengah sorotan tajam masyarakat.
Editor: yn
