KEPRI

Mahasiswa Umrah Demo, Minta Rektor Bertanggungjawab Korupsi Proyek

Mahasiswa bakar ban sambil berorasi di depan kantor Rektorat Umrah, Senin (12/2/2018). Foto prokepri.com/MASRUN.

PROKEPRI.COM, TANJUNGPINANG – Ratusan mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Rektorat Universitas Maritim Raja Ali Haji (Umrah), Jalan Raya Dompak, Senin (12/2/2018) pagi.

Dalam aksi itu, mereka meminta Rektor Umrah, Syafir Akhlus bertanggung jawab atas dugaan kasus korupsi proyek pembangunan ruang belajar dan ruang kompetensi yang mengalami kerugian negara sebesar Rp 2 Miliar dari Rp 13 Miliar dari APBN Tahun 2012 lalu.

Atas dugaan itu beberapa orator aksi dari beberapa fakultas yang ada, mengatakan mosti tidak percaya terhadap Rektor Umrah, karena dinilai selama ini tidak transparan dalam melakukan pengolaan anggaran kampus.

“Apabila tuntutan ini kita menolak bayar uang apapun dan kita mendatangkan masa mahasiswa lebih banyak lagi,” ucap salah satu korlap aksi disambut riang peserta aksi betul.

Dalam pernyataan sikap mahasiswa Umrah atas pesoalan itu melahirkan beberapa tuntutan diantaranya, meminta Rektor Umrah meminta maaf kepada seluruh masyarakat Kepri melalui media massa, kami menuntut Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi untuk segera duduk bersama Gubernur Kepri, Nurdin Basirun dan pihak Umrah untuk membahas persoalan ini.

Kemudian, kami meminta kepada aparat penegak hukum agar segera memeriksa seluruh saksi-saksi yang disebut dalam fakta persidangan.

“Hal ini menjadi prestasi buruk bagi Umrah sebagai instansi Pendidikan Tinggi Negeri di Kepri,” imbuh Koordinator Lapangan Mahasiswa Umroh dalam pernyataannya, Kardoni Vernandes.

Pantauan prokepri.com mahasisiwa membakar ban bekas roda dua dan roda empat pas di pintu masuk Rektorat Umrah hingga mengambil dua meja untuk dijadikan alat berpijak orasi. Bahkan ratusan mahasiswa juga mengusir beberapa anggota Polres Tanjungpinang agar tidak berada di halaman kampus Umrah.

Penulis: Masrun
Editor : YAN

Back to top button