KEPRITANJUNGPINANG

Ade Angga : Jangan Berharap Tanjungpinang Tumbuh Jadi Kota Industri

AJI Batam menggelar acara ngobrol pagi (ngopi) bareng Membedah IbuKota Kepri, Ditengah Defisit Anggaran dengan narasumber Walikota Tanjungpinang Lis Darmansyah, Wakil Ketua I DPRD Tpi Ade Angga dan Ketua Komisi I DPRD Mimi Betty di Kedai Kopi di Teluk Keriting, Kamis (11/8). Foto yan/Prokepri.com
AJI Batam menggelar acara ngobrol pagi (ngopi) bareng Membedah IbuKota Kepri, Ditengah Defisit Anggaran dengan narasumber Walikota Tanjungpinang Lis Darmansyah, Wakil Ketua I DPRD Tpi Ade Angga dan Ketua Komisi I DPRD Mimi Betty di Kedai Kopi di Teluk Keriting, Kamis (11/8). Foto yan/Prokepri.com

PROKEPRI.COM, TANJUNGPINANG – Lantaran masih berharap kucuran dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), Ibu Kota Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Tanjungpinang dinilai tidak bisa diharapkan tumbuh menjadi kota industri dan perdagangan.

“Kita gak bisa berharap Tanjungpinang tumbuh jadi kota industri dan perdagangan. Karena masih berharap dari APBD,” kata Wakil Ketua 1 DPRD Kota Tanjungpinang Ade Angga disela-sela diskusi ngobrol pagi (Ngopi) bareng yang diselenggarakan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Batam di Tanjungpinang, Kamis (11/8).

Maka dari itu, politisi Partai Golkar tersebut menilai, minimnya anggaran di APBD, RPJMD (Rencana Pmbangunan Jangka Menengah) Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang harus dibongkar menjadi kota pendidikan.

“Visinya harus dirubah. Karena uangnya sedikit. Ini mau dijadikan apa kota ini,” ucap Ade.

Ade juga menyinggung minimnya perolehan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dikelola Pemerintah.

“Dinas-dinas yang ditargetkan untuk mendapatkan PAD harus fokus. Problem saat ini, kita kurang menjemput potensi PAD. Seperti contoh pajak rumah makan. Agar diketahui, tahun 2015, target PAD yang ditetapkan sebesar Rp120 miliar. Sementara, di tahun 2016, target Rp125 miliar. Realisasinya tidak sampai dengan target,” jelasnya.

Ade berharap Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang harus bisa lebih kreatif dalam menyusun dan merencanakan APBD agar imbas defisit yang belakangan melanda keuangan daerah bisa diatasi.

“Pemerintah harus lebih kreatif dalam menyikapi defisit ini. Baik dalam perencanaan maupun penyusunan APBD. Kedepan, anggaran yang defisit bisa diatasi tanpa harus menunggu dana bagi hasil atau dana transfer pusat,” imbaunya

Pemko juga didesak untuk terbuka, termasuk kepada jurnalis sebagai corong informasi publik.

“Pemerintah juga harus lebih terbuka kepada jurnalis, dimana peran jurnalis sangat penting dalam menyelesaikan masalah ini. Dengan defisitnya anggaran, para jurnalis secara tidak langsung juga membantu mensosialisasikan kepada masyarakat dalam menyampaikan opini masyarakat,” beber Ade.

Sementara itu, Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah berjanji akan terus berkoordinasi bersama para jurnalis dalam menangani defisit anggaran ini.

“Tidak hanya kita yang defisit. Sekarang kita terus berusaha menangani hal ini. Terkait kurangnya keterbukaan dalam penanganan defisit, kita akan terbuka. Kita berharap teman – teman jurnalis dapat menyampaikan pendapatnya maupun pendapat masyarakat dalam membantu pemerintah,” ucapnya.

Seperti diketahui, pengurus AJI Tanjungpinang tiap dua minggu menggelar acara diskusi ngobrol pagi (ngopi) bareng. Kali ini AJI Tanjungpinang menghadirkan narasumber Walikota Tanjungpinang Lis Darmansyah, Wakil Ketua I DPRD Ade Angga dan Ketua Komisi I DPRD Mimi Betty. Apa acara ini, AJI mengankat tema “Membedah IbuKota Kepri, Ditengah Defisit Anggaran.(***)

Tinggalkan Balasan

Back to top button