BATAMKEPRI

Capai Rp267 Miliar Tebusan Tax Amnesty di Kepri

Tarif tebusan sesuai skala waktu yang di tentukan pemerintah. Foto internet
Tarif tebusan sesuai skala waktu yang di tentukan pemerintah. Foto internet

PROKEPRI.COM, BATAM – Direktorat Jenderal Pajak mengumumkan penerimaan uang tebusan Tax Amnesty di Provinsi Kepulauan Riau mencapai Rp267 miliar dari 3.824 wajib pajak, hingga 19 September 2016.

Kepala KPP Pratama Batam Utara, Hendriyan di Batam Kepulauan Riau, Selasa, menyatakan jumlah itu berasal dari dana yang diungkap senilai lebih dari Rp13 triliun.

“Di Kota Batam, program Pengampunan Pajak telah diikuti oleh 2.554 wajib pajak dengan nilai uang tebusan sebesar Rp203 miliar,” katanya.

Mayoritas wajib pajak yang mengikuti program itu merupakan pengusaha besar dengan nilai tebusan yang juga tinggi.

Nilai Tax Amnesty Batam merupakan yang terbesar dibanding daerah lain di Kepri.

Dalam kesempatan itu, ia mengimbau seluruh masyarakat ikut serta berperan dan mengikuti program tersebut.

“Kami mengingatkan batas waktu tarif terendah uang tebusan akan berakhir pada September ini,” kata dia.

UU Amnesti Pajak merupakan kebijakan ekonomi makro yang bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, investasi, devisa dan penyerapan tenaga kerja, yang pada akhirnya untuk kemadirian dalam pembiayaan negara dan kesejahteraan.

Bagi Dirjen Pajak, kata dia, pelayanan uang tebusan merupakan bagian dari penerimaan pajak.

Selain itu, Pengampunan Pajak memberikan sarana perbaikan data harta wajib pajak yang ada di Kantor Pelayanan Pajak.

“Suksesnya amnesti pajak tidak dapat bergantung pada Ditjen Pajak saja, oleh karenanya perlu kerja sama dan dukungan oleh instansi pemerintah lainnya, perbankan, asosiasi, konsultan pajak dan pemuka masyarakat,” kata dia.

Di tempat yang sama, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia Provinsi Kepulauan Riau, Cahya, menargetkan warga Kepri menjadi urutan terbesar dalam keikutsertaan Tax Amnesty di seluruh Indonesia.

“Target, Kepri rasio pembayar pajak terbesar, minimun lima besar,” ujar bos Arsikon itu.

Ia sendiri optimistis 95 persen anggotanya memanfaatkan program Tax Amnesty.

Sejak awal Apindo Kepri sudah ikut menyosialisasikan program Tax Amnesty bersama Direktorat Jenderal Pajak ke daerah-daerah untuk meyakinkan anggotanya ikut program.

Apindo ingin ikut serta menyukseskan program pemerintah untuk meningkatkan devisa negara.

“Apindo khusus Kepri all out sejak awal Tax Amnesty mulai sosialisasi sampai ke Kabupaten Lingga,” katanya. (Ant)

Tinggalkan Balasan

Back to top button