Delapan Calon Mahasiswa Asal Gaza Palestina Ikut Seleksi Masuk UGM

PROKEPRI.COM, YOGYAKARTA – Sebanyak delapan calon mahasiswa asal Gaza Palestina tengah mengikuti proses seleksi masuk Universitas Gadjah Mada (UGM).
Mereka merupakan korban atas konflik perang di negaranya, dan mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan studi di Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM.
“Salah satu dari mahasiswa tersebut bernama Dina, mahasiswa kedokteran asal Al-Azhar University Gaza yang terpaksa terhenti pada 2023, sebab kampusnya menjadi sasaran bom hingga hancur lebur,” kata Dekan FK-KMK UGM, Prof. dr. Yodi Mahendradhata, M.Sc., Ph.D., FRSPH dalam keterangan resmi dikutip UGM, Jumat (6/3/2026).
Yodi menyampaikan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari upaya membangkitkan kembali pendidikan kedokteran dan kesehatan bagi masyarakat Gaza.
“Cerita Dina dan teman-temannya tersebut merupakan satu sekian banyak catatan yang mewarnai fakultas ini dalam mencerdaskan dan memajukan kesehatan bangsa dan dunia,” ungkapnya.
Selain menerima mahasiswa dari korban konflik perang di Palestina, Yodi menuturkan FK-KMK berkomitmen mencerdaskan kehidupan bangsa dengan menerima mahasiswa dari wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar).
“FK-KMK turut mewujudkan mimpi banyak anak muda dari daerah terpencil di Indonesia,”sebutnya.
Ia mengatakan, nama dr. Merlins Renatasia Waromi, Sp.MK., sebagai lulusan tercepat pada jenjang pendidikan dokter spesialis yang berasal dari Serui, Kabupaten Yapen, Provinsi Papua.
Dengan hanya menempuh masa studi 3 tahun 6 bulan 12 hari, sambung Yodi, Merlins mampu menyelesaikan studi spesialis mikrobiologi klinik.
Selain memberi bantuan berupa beasiswa, FK-KMK UGM juga aktif mendampingi FK Universitas Cenderawasih Papua untuk dapat merintis pembukaan PPDS.
“Alhamdulillah bulan lalu, kita turut menorehkan sejarah, saat FK Uncen meluncurkan PPDS pertama di tanah Papua, PPDS anestesi,” jelas Yodi.
Dia menerangkan bahwa FK-KMK berhasil meningkatkan akselerasi jumlah doktor pada lima tahun terakhir, dari 47% menjadi 51%.
Selain itu, FK-KMK turut sukses mewujudkan peningkatan jumlah guru besar yang sebelumnya 8,1% di tahun 2021, kini pada 2025 menjadi 9,47%.
Tak hanya peningkatan dalam sisi jumlah, dosen dan tenaga pendidik juga memborong banyak penghargaan pada lima tahun terakhir, termasuk anugerah UGM, Ambassador Award, dan World Top 2% Scientist.(red)
