KEPRI

Kasus DBD di Tanjungpinang Melonjak

Ilustrasi kasus DBD melonjak. Foto rb

PROKEPRI.COM, TANJUNGPINANG – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Tanjungpinang mengalami lonjakan.

Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes Dalduk dan KB) Kota Tanjungpinang mencatat, hingga 25 Juni 2025, tercatat 40 kasus baru (pasien). Jumlah itu meningkat dari 32 kasus yang dilaporkan pada Mei lalu.

“Kami mengimbau warga melaksanakan Gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan cara 3M: menguras, menutup, dan mendaur ulang wadah yang bisa menampung air. Cara ini terbukti paling efektif dalam mencegah penyebaran DBD,” kata Rustam, Kepala Dinkes Dalduk dan KB Kota Tanjungpinang, Jumat (27/6/2025).

Dia juga mengajak masyarakat agar lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan.

“Keberhasilan pengendalian DBD sangat bergantung pada keterlibatan warga dalam menjaga rumah dan sekitarnya tetap bersih dari genangan air,”imbau Rustam.

Rustam juga mengingatkan warga untuk mewaspadai gejala DBD, seperti demam tinggi mendadak, nyeri otot, mual, dan muncul bintik merah pada kulit.

“Kalau gejala ini muncul, sebaiknya segera periksa ke fasilitas kesehatan agar bisa ditangani lebih awal,” tambahnya.

Selain itu, Dinkes Dalduk dan KB dipastikan telah melaksanakan penyemprotan (fogging) di sejumlah wilayah terdampak.

Titik lokasi prioritas fogging adalah Kelurahan Kampung Bugis, di mana lima kasus DBD ditemukan dalam waktu berdekatan. Fogging sebagai langkah untuk memutus rantai penularan virus dengue.

Selain fogging, Dinkes juga melaksanakan abatisasi selektif dengan menaburkan larvasida pada tempat penampungan air, terutama di area yang sulit dibersihkan secara rutin. Langkah ini bertujuan menghambat siklus hidup nyamuk sejak fase jentik.(jp)

Editor: yn

Back to top button