Ketum GPII Kepri: Pemilu 2024 Ada di Tangan Para Pemuda

PROKEPRI.COM,TANJUNGPINANG – Salah satu elemen penting dalam sistem demokrasi adalah Pemilihan Umum. Masa kepemimpinan Presiden Joko Widodo masih dua tahun lagi, tetapi perbincangan mengenai Pemilu 2024 terus berkembang di masyarakat. Merespon hal ini, Amirul Khalish Manik selaku Ketua Umum Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) Kepulauan Riau, mengatakan generasi muda adalah pemilik saham terbesar pada Pemilu 2024.
“Generasi muda adalah pemilik saham terbesar pada Pemilu 2024. Maksudnya, pada tahun 2024 nanti jumlah pemilih pemula dan partisipasi politik dari generasi ini akan naik, tidak seperti pemilu-pemilu sebelumnya,” kata kanda sapaan akrabnya, Rabu (16/3/2022).
Khalish menambahkan, kepada calon kandidat yang akan mengikuti Pemilu 2024 agar terus melibatkan generasi muda namun tidak hanya sebatas konsumtif politik namun hendaknya generasi muda diberikan posisi khusus sehingga kedepannya banyak para pemuda menjadi anggota legislative.
‘’Kepentingan generasi muda harus menjadi fokus utama isu pembangunan di Indonesia, sebab generasi muda yang akan mendapatkan dampak dari kebijakan-kebijakan yang dihasilkan pemerintahan selanjutnya,’’ tambah Khalish.
Menurutnya, generasi muda lebih peka pada kebutuhan masa depan terutama perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Oleh karena itu, Khalish juga mendorong agar generasi muda ikut terlibat aktif dalam politik.
“Saya mengajak kepada generasi muda harus berpartisipasi pro-aktif pada isu Pemilu 2024. Regenerasi kepemimpinan sudah saatnya diserahkan kepada kaum muda dan orang tua juga harus ikhlas untuk memberikan jalan kepada generasi muda dikancah politik,” pungkas khalish.
Selain itu, Khalish menilai pemerintah dan partai belum maksimal dalam memberikan pendidikan politik kepada generasi muda. Mirisnya generasi selama ini dikesampingkan dikancah politik dan generasi hanya dijadikan konsumtif politik belaka oleh para elit politik, peran dan gerak generasi muda dibatasi dikancah politik, padahal sejarah bangsa Indonesia bahwa kemerdekaan Indonesia karena peran para pemuda ketika itu. Sering terdengar bahasa diskriminasi yang tak logis hak-hak politik generasi muda oleh generasi tua. Tegas Khalish yang juga Wakil Ketua DPD KNPI Kepri.
“Berdasarkan penelitian IDN Research Institute. Dalam laporan bertajuk ‘Indonesian Millenial report 2019’, hanya 23,4 persen yang suka mengikuti berita politik. Artinya, masih banyak dari generasi muda yang menganggap politik adalah urusan generasi tua,” kata Khalish, Senin (14/3/2021).
Padahal, menurut Khalish, generasi muda memiliki pengaruh besar dalam memperluas informasi politik kepada masyarakat melalui media sosial. Hanya saja, generasi muda bisa terbawa arus dalam membaca dan mengolah informasi apabila tidak diberikan pendidikan politik.
Selain itu, Khalish memandang, tanpa generasi muda dalam politik, maka akan sulit mewujudkan politik berkeadaban di Indonesia.
“Melihat politik pecah belah yang sejak Pemilu 2019 hingga sekarang terjadi, tanpa generasi muda terlibat dalam politik, sulit saya kira untuk mewujudkan politik berkeadaban di Indonesia. Semoga menuju Pemilu 2024, generasi muda mendapat perhatian tidak lagi sebagai objek politik semata, tetapi dapat menjadi kekuatan politik di Indonesia,” pungkasnya.(*)
Editor: Muhammad Faiz
