KAMPUS

UMRAH Jadi Kolaborator Kegiatan Skala Internasional, Hendra: Dimulai 30 November

Ketua Tim Pelaksana Workshop On Historic Urban Landscape, Hendra Kurniawan bersama Wakil Walikota Tanjungpinang Raja Ariza usai pertemuan Jumat, (21/11/2025). Foto prokepri/jp

PROKEPRI.COM, TANJUNGPINANG – Wakil Walikota Tanjungpinang, Raja Ariza mengapresiasi dan mendukung Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) menjadi kolaborator kegiatan skala internasional yakni International Workshop On Historic Urban Landscape.

“Kami Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang mengapresiasi dan sangat mendukung UMRAH menjadi kolaborator kegiatan workshop berskala International,”kata Ariza dalam keterangan resminya, Sabtu (22/11/2025).

Kegiatan itu, menurut dia, akan menjadi kesempatan emas bagi UMRAH untuk memimpin dalam pelestarian warisan tak benda (WBTb).

“Workshop On Historic Urban Landscape ini dapat menjadi pemanfaatan dan kesempatan baik bagi UMRAH untuk berkontribusi pada hilir pelestarian pusaka tak benda dengan pendekatan multidisiplin,”sambung Ariza.

Ia juga berharap dengan dilaksanakannya Workshop On Historic Urban Landscape ini akan menghasilkan produk pelestarian kebudayaan yang layak untuk di publikasikan. Termasuk bahasa adalah salah satu warisan budaya tak benda, maka bisa berkoordinasi dengan Kantor Bahasa Kepri.

“Maka terkait narasumber yang dihadirkan, mungkin bisa mengambil narasumber Maestro dari Penyengat, Maestro Kuliner dan Kebaya Labuh, serta Maestro Pengobatan Melayu. Target workshop bisa digali dan di mulai dari bahasa melayu, tanjak sejarah, termasuk tanjak silat sendeng yang bisa dikembangkan,”saran Ariza.

Sementara itu, Ketua Tim Pelaksana Workshop, Hendra Kurniawan mengungkapkan, bahwa rencana, pelaksanaan Workshop On Historic Urban Landscape ini akan dimulai pada tanggal 30 November 2025 dan berakhir pada tanggal 4 Desember 2025.

Sedangkan seremoni pembukaannya, akan dilaksanakan di Gedung Dekranasda Kepri, dengan menghadirkan peserta lokal, nasional hingga international,”

“Termasuk dari negara Thailand,” ujarnya.

Hendra menargetkan akan ada dua kawasan bersejarah yang kaya akan WBTb telah ditetapkan sebagai lokus workshop, yaitu Kawasan Cagar Budaya Nasional Pulau Penyengat dan Kawasan Pecinan Kolonial Kota Lama Tanjungpinang.(jp)

Editor: yn

Back to top button