NASIONAL

MUI Yakini Kepemimpinan Miftachul Akhyar dan Gus Kikin di PBNU Dapat Atasi Ketimpangan Sosial dan Ekonomi Umat

Wakil Ketua Umum MUI, Buya Anwar Abbas. Foto dok Muhammadiyah

PROKEPRI.COM, JOMBANG – Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Buya Anwar Abbas meyakini kepemimpinan KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam dengan KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) baru akan membawa angin segar, khususnya dalam mengatasi persoalan ketimpangan sosial dan ekonomi umat di Indonesia.

Menurut Anwar, sosok KH Miftachul Akhyar selama ini senantiasa mengedepankan pendekatan dakwah yang sejuk, persuasif, serta berorientasi pada penyelesaian masalah.

Sedangkan kehadiran Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU, sambung dia, sebagai pasangan yang tepat karena memiliki latar belakang serta pengalaman panjang di dunia manajemen, ekonomi, dan bisnis.

“Kombinasi antara KH Miftachul Akhyar yang kaya akan kearifan dakwah serta visi ekonomi kerakyatan dengan Gus Kikin yang berpengalaman manajerial akan menjadi kekuatan besar. Saya yakin duet kepemimpinan ini mampu menjawab tantangan ketimpangan ekonomi umat dan membawa NU menjadi organisasi yang sejuk, berkemajuan, serta memberi manfaat nyata bagi bangsa dan kemanusiaan,” ungkap Anwar dalam keterangannya, Rabu (2/9/2026), dilansir MUI.

Ia menerangkan, dalam berbagai kesempatan, Rais ‘Am PBNU tersebut konsisten mengingatkan pentingnya dakwah yang merangkul dan mendidik, bukan memukul atau menghardik.

Selain perhatian besar pada aspek keagamaan, KH Miftachul Akhyar juga dinilai memiliki konsern yang sangat tinggi terhadap penguatan ekonomi kerakyatan.

Anwar menyebutkan KH Miftachul Akhyar secara tegas mengingatkan keterpurukan ekonomi umat dapat mengganggu penegakan amar ma’ruf nahi munkar.

​”Khutbah Iftitah Pembukaan Muktamar ke-35 NU yang disampaikan oleh KH Miftachul Akhyar memberikan pesan mendalam. Beliau menegaskan bahwa tanpa kemandirian dan penguatan di bidang ekonomi serta bisnis, umat Islam akan sulit mencegah kemunduran,”ungkapnya.

Untuk mewujudkan kedaulatan ekonomi umat dan bangsa, Buya Anwar Abbas mengungkapkan, KH Miftachul Akhyar terus mendorong pemerintah agar konsisten mengimplementasikan amanat Pasal 33 UUD 1945.

Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhamadiyah ini menilai, dorongan ini sangat krusial agar pengelolaan sumber daya alam nasional benar-benar diperuntukkan bagi kemakmuran rakyat serta mampu mengikis ketimpangan sosial yang diakibatkan oleh sistem ekonomi terlampau liberal.

Pengamat Sosial Ekonomi dan Keagamaan ini optimis gagasan dan cita-cita besar Rais Aam PBNU tersebut dapat diimplementasikan secara optimal.(yan)

Back to top button