KEPRITANJUNGPINANG

Nurdin Enggan Tanggapi Permintaan Jumaga Nadeak

Terkait Kisruh Pansel Sekda

Plt Gubernur Provinsi Kepri Nurdin Basirun. Foto internet
Plt Gubernur Provinsi Kepri Nurdin Basirun. Foto internet

PROKEPRI.COM, TANJUNGPINANG – Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Nurdin Basirun tidak ingin menanggapi permintaan Jumaga Nadeak (Ketua DPRD Provinsi Kepri,red) agar keputusan penetapan Panitia Seleksi (Pansel) Sekretaris Daerah (Sekda) dilakukan melalui mekanisme sesuai ketentuan yang berlaku.

“Ini tidak mudah, harus dipelajari,” kata Nurdin di kantor DPRD Provinsi Kepri, Dompak, Tanjungpinang, Selasa (10/5).

Nurdin belum dapat memastikan apakah Pansel Sekda diganti atau tidak.

“Kita lihat nanti. Ya, kita lihat nanti,” tegasnya.

Saat ini, Asisten I Pemprov Kepri Reni Yusneli menjabat sebagai Plt Sekda Kepri. Reni mengatakan, apa pun yang terjadi dia tetap melaksanakan tugas sesuai ketentuan yang berlaku.

“Saya ini PNS, harus taat pada peraturan, melaksanakan tugas sesuai ketentuan yang berlaku,” kata Reni.

Sebelumnya, Ketua DPRD Kepri Jumaga mengingatkan pelaksana tugas gubernur untuk meninjau kembali keputusan penetapan Panitia Seleksi Sekretaris Daerah agar disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku.

“Salah satu pekerjaan rumah yang penting dan harus diselesaikan sesuai ketentuan yang berlaku yakni penetapan Panitia Seleksi Sekretaris Daerah. Kami berharap ini dilaksanakan secara terbuka, objektif dan akuntabel,” ujarnya saat memimpin┬áRapat Paripurna Penetapan usulan Nurdin Basirun sebagai Gubernur Kepri definitif.

Dia mengatakan ketentuan yang harus dipatuhi dalam penetapan panitia seleksi tersebut antara lain UU Aparatur Sipil Negara dan UU Pemerintahan Daerah.

“Proses penyeleksian tidak boleh menabrak ketentuan yang berlaku,” tegasnya.

Sekda Kepri memiliki tugas yang sangat penting dalam menyelenggarakan pemerintahan. Karena itu, proses penyeleksian Sekda Kepri harus dilakukan secara transparan, jujur dan objektif.

“Kami berharap akan lahir Sekda Kepri yang mampu menjalankan roda pemerintahan,” katanya.

Dalam rapat paripurna, Jumaga sedikitnya tiga kali mengingatkan Nurdin dan bawahannya untuk meningkatkan komunikasi dan koordinasi. Sistem komunikasi dan koordinasi yang berjalan dengan baik akan mempercepat pembangunan di Kepri.

“Mari tingkatkan pola komunikasi dan koordinasi dalam rangka melaksanakan pembangunan. Saling menghargai tugas dan kewenangan juga perlu ditingkatkan,” ucap politisi PDIP itu.(***)

Tinggalkan Balasan

Back to top button