BATAMKEPRI

Pajak Hotel dan Restoran Digratiskan

PROKEPRI.COM, BATAM-Kebijakan pemerintah yang membebaskan pajak hotel dan restoran untuk 10 destinasi wisata prioritas disambut baik oleh sejumlah pelaku usaha dibidang hotel maupun restoran.

Keputusan yang mulai diberlakukan pada Maret 2020 ini sebagai insentif bagi pelaku usaha dibidang hotel dan restoran, khususnya Batam dan Bintan.

Pemerintah Indonesia melalui Menteri Keuangan mengeluarkan kebijakan membebaskan pajak hotel dan restoran di 10 destinasi wisata.

Kebijakan itu dikeluarkan untuk membangkitkan kembali iklim pariwisata yang terpukul akibat pandemi.

Insentif bebas pajak hotel dan restoran tersebut berlaku untuk destinasi Bali, Batam, Bintan, Manado, Yogyakarta, Labuan Bajo, Belitung, Lombok, Danau Toba, dan Malang.

Adapun untuk pemerintah daerah yang disinyalir akan kehilangan pemasukan dari tarif pajak, pemerintah pusat bakal memberikan hibah sebesar Rp 3,3 triliun.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama mengharapkan, paket insentif khusus pariwisata akan mengakselerasi kinerja sektor sekaligus menarik kunjungan wisatawan domestik.

Selanjutnya, insentif tidak hanya akan diberikan untuk pasar dalam negeri, tapi juga pemasaran mancanegara, khususnya untuk negara-negara dengan avarage spending per arrival atau ASPA tinggi.

Disisi lain Kepala Dinas Pariwisata Kepri mengatakan bahwa ramai atau sepinya pariwisata di Kepri mempengaruhi kasus-kasus aktif COVID-19.

Semakin rendah kasus aktif COVID-19, seperti yang terjadi sekarang ini, maka sektor pariwisata tidak akan sepi.

“Bahwa pelaku usaha kepariwisataan sekarang hanya berharap dari wisatawan lokal dan nusantara, dengan jumlah wisatawan yang sudah meningkat, Tetapi tetaplah diharapkan semua wisatawan dari Singapura dan negara lainnya untuk berwisata ke objek wisata di Kepri.

Apalagi dengan adanya Subsidi dari pemerintah untuk menggratiskan Pajak tersebut, ini dapat berdampak positif pada sektor perekonomian masyarakat”, Ungkap Buralimar.

Stimulus yang diberikan untuk pemasaran wisata internasional itu mencapai Rp 298,5 miliar.

“Angka ini akan memberikan dampak untuk mengakselerasi atau menarik wisatawan 736 ribu orang dari negara-negara fokus pasar dengan ASPA tinggi,” kata dia.(faiz)

Back to top button