Pelaksanaan UNBK SMK dan SMA se-Kepri Dijadwalkan Berbeda
Digelar Bulan April

PROKEPRI.COM, TANJUNGPINANG – Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) dijadwalkan bakal digelar tidak bersamaan.
“Mulai tahun ini UNBK tidak bersamaan. SMK duluan dan disusul kemudian SMA,” kata Ketua UNBK di Dinas Pendidikan Provinsi Kepri, Atmadinata kepada Prokepri.com, Kamis (16/3).
Atmadinata menerangkan, UNBK SMK dijadwalkan bakal dilaksanakan pada tanggal 3 hingga 6 April (bulan depan). Sedangkan UNBK SMA, digelar pada tanggal 10 hingga 13 April.
“Biasanyakan memang serentak SMA dan SMK. Mulai tahun ini tak bersaman lagi. SMK duluan. Karena, pemerintah mendorong supaya terjadi semakin banyak SMA dan atau SMK melaksanakan UNBK. Kenapa bisa gitu?, agar semakin banyak, karena waktu SMK ujian, SMK bisa menumpang di SMA. Nanti pas ujian SMA, yang tak punya perangkat komputer cukup, bisa numpang di SMK,” jelas Atmadinata.
Atmadinata memastikan, sebanyak 45 SMK dan 36 SMA yang tersebar di kabupaten-kota se-Kepri siap melaksanakan UNBK tersebut.
“Jumlah sekolah yang melaksanakana UNBK di Kepri datanya 36 SMA dan 45 SMK,” timpalnya lagi.
Atmadinata meminta peserta UNBK baik siswa maupun guru, agar tidak membawa Handphone (Hp), alat komunikasi serupa maupun alat optik (kamera).
“Kenapa dilarang? agar nanti monitor soal UNBK dilayar monitor tidak di potret mereka. Jadi pengawas ruang harus betul-betul teliti dan cermat pastikan peserta tidak ada satupun yang lolos masuk keruang ujian dengan membawa Hp atau kamera atau optik lain yang dapat memotret layar monitor. Karena, UNBK itu dilaksankaan dalam tiga sesi. Sesi pertama pagi jam 7.00 Wib, kemudian siang dan sore. Saya kawatir, peserta UNBK sesi pertama dia motret dan dishare ke temannya. Soal-soal itu adalah rahasia negara yang sifatnya amat rahasia. Kalau itu bisa bocor terancam dengan UU ITE. Karena itu tadi saya ingatkan yang paling penting begitu,” pesan Atmadinata.
Atmadinata juga mengingatkan pihak sekolah, bahwa selain harus menyampaikan pesan tersebut kepada siswa dan guru-gurunya, diwajibkan memasang spanduk di depan sekolah masing-masing.
“Spanduk yang menejelaskan pasal dan ayat dalam UU ITE yang melarang menyebarkan kerahasian negara. Spanduk dibentang didepan sekolah dan dipasang tiga empat hari sebelum UNBK dilaksanakan,” ucapnya mewanti-wanti.
Sistem UNBK, sambung Atmadinata dilakukan secara online, yakni soal-soal dikirim dari server pusat ke server sekolah-sekolah.
“Satu menit sebelum ujian, baru bisa ketahuan soalnya. Karena siswa akan diberikan token beserta pasword, beberapa saat menjelang ujian dimulai untuk dapat membuka soal itu,” ungkapnya lagi.
Atmadinata mengatakan, bahwa perlu digaris bawahi, UNBK di Kepri sudah tahun ketiga dilaksanakan. UNBK juga tidak lagi menjadi persyaratan kelulusan atau tidaknya para siswa dari satuan pendidikan dijenjang mananapun.
“Tak jadi syarat penentu kelulusan. Tidak ada lagi nilai UN berkontribusi lulus tidak lulusnya siswa dari satuan pendidikan. Yang menentukan lulus tak lulusnya, ditentukan dari nilai ujian sekolah. Ujian sekolah itu dilakukan oleh sekolah masing-masing, diawasi oleh guru masing-masing. Diperiksa guru sekolah masing-masing dan diberi nilai guru sekolah masing-masing. Ujian sekolah dilakukan serentak pada Senin tanggal 20 Maret ini,” tutup Atmadinata.
Editor : YAN
