Pemkab Anambas Minta Penambahan Jadwal Kapal Penumpang Tak Hanya Saat Nataru, Tapi Sampai Lebaran

PROKEPRI.COM, ANAMBAS – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas meminta agar penambahan jadwal operasional kapal penumpang tidak hanya diberlakukan pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru), tetapi diterapkan secara berkelanjutan hingga memasuki bulan Ramadan dan Lebaran 2025.
“Ini bukan soal Natal saja. Kita ingin jadwal transportasi laut bersifat jangka panjang. Setelah Nataru, kita memasuki bulan puasa pada Februari dan Lebaran pada Maret. Mobilitas penduduk pasti meningkat,”ujar Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Anambas, Sahtiar, Jumat (5/12/2025).
Dia menyampaikan bahwa saat ini akses laut menuju dan keluar dari Anambas hanya dilayani satu kapal milik Pelni, yakni KM Bukit Raya. Namun berdasarkan evaluasi, kebutuhan transportasi laut mengalami peningkatan signifikan dalam beberapa waktu terakhir, baik untuk penumpang maupun distribusi logistik.
Sahtiar juga menyebut bahwa pada momen Idulfitri sebelumnya, kebutuhan kapal justru lebih tinggi dibanding periode Nataru. Namun tren operasional kapal tidak mengikuti peningkatan tersebut.
Untuk mengantisipasi lonjakan perjalanan selama libur akhir tahun, pihak Pelni dikabarkan menyiapkan tambahan satu armada yaitu KM Kalimutu yang akan melayani rute perairan Anambas bersama KM Bukit Raya.
Sementara untuk rute Tanjung Pinang – Batam – Tarempa, kapal feri masih beroperasi dengan pola yang disesuaikan dengan kondisi cuaca harian.
Saat ini jumlah armada masih dua unit, namun kemungkinan penambahan kapal tetap terbuka tergantung kebutuhan dan kondisi lapangan.
“Jangan sampai pola musiman ini terus berulang. Kami ingin suplai barang, BBM, logistik, dan transportasi masyarakat stabil sepanjang tahun,” tegas Sahtiar.
Pemkab Anambas juga telah diminta menyampaikan surat resmi ke kementerian dan operator pelayaran untuk memperkuat sistem layanan transportasi laut, baik untuk penumpang maupun angkutan barang.
Harapannya, kebijakan ini dapat mencegah berbagai persoalan rutin menjelang libur panjang seperti keterlambatan distribusi sembako, lonjakan harga kebutuhan pokok, antrean tiket kapal, hingga ketidakpastian jadwal keberangkatan akibat cuaca ekstrem.
“Dengan pola operasional yang lebih terstruktur dan tidak bergantung momen tertentu, masyarakat dapat merencanakan perjalanan dengan lebih pasti, dan arus logistik daerah tetap terjaga,” tambahnya.
Pemkab memastikan koordinasi dengan Kementerian Perhubungan, Syahbandar, dan operator pelayaran akan terus dilakukan hingga ada keputusan final mengenai pola operasi dan jadwal kapal yang lebih permanen.(as)
Editor: yn
