KEPRI

Rahma Inginkan Sinergitas Stakholder Terapkan Arahan Presiden

Terkait Penataan Pasar Tradisional

Wakil Walikota Hj Rahma foto bersama rombongan usai menghadiri Raker Kementrian Perdagangan 2019 di Tangerang, Selasa (12/3/2019).

PROKEPRI.COM, JAKARTA – Wakil Walikota Tanjungpinang, Hj Rahma menginginkan sinergitas bersama stakeholder guna menerapkan arahan Presiden RI Joko Widodo terkait penataan pasar tradisional di Kota Gurindam.

“Saya berharap terkait yang dijelaskan oleh Presiden Jokowi itu dapat di terapkan pada pasar yang ada di Kota Tanjungpinang, secara bersama-sama kita akan lakukan sinergitas dengan stakeholder yang ada,” kata Rahma disela-sela menghadiri rapat kerja Kementrian Perdagangan tahun 2019 di ICE, BSD, Tangerang, Selasa (12/3/2019).

Lebih lanjut, Rahma juga juga berharap di pasar tradisional di Tanjungpinang terdapat posko kesehatan yang nantinya dapat di manfaatkan oleh masyarakat yang berbelanja maupun yang berdagang di pasar.

“Fasilitas umum di pasar harus lengkap, selain posko keamanan dari Satpol PP, saya kira perlu juga dibuat posko kesehatan di pasar tersebut, apabila ada hal-hal yang berkaitan dengan kesehatan dapat langsung ke posko tersebut,” tambahnya.

Sebelumnya, Rapat Kerja Kementerian Perdagangan Tahun 2019 dibuka resmi Presiden Joko Widodo. Kegiatan ini diikuti juga Wakil Walikota Tanjungpinang, Hj. Rahma, S.IP.

Acara yang diikuti oleh seluruh Bulat dan Walikota dari seluruh Indonesia ini juga dihadiri oleh Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita.

Dalam sambutannya, Jokowi ‎menuturkan ekonomi Indonesia masih bertumbuh hingga 5,17 persen. Padahal diketahui dalam empat tahun terakhir, ekonomi global sedang tidak baik.

“Bicara urusan ekonomi. Empat tahun ini ekonomi global sedang pada posisi tidak baik. Ekonomi turun, pasar-pasar komoditas turun dan ikut mempengaruhi ekonomi dalam negeri Indonesia,” ucap Jokowi

Jokowi juga menegaskan bahwa untuk meningkatkan masyarakat untuk berbelanja ke pasar tradisional, tentunya pasar tersebut harus memiliki fasilitas parkir, dapat memberikan rasa nyaman, bersih dan tidak bau, jika ini dapat di penuhi tentunya para konsumen akan mau berbelanja ke pasar.

“Pasar adalah tempat bertemunya penjual dan pembeli, kita ingin fasilitas di pasar dapat terus ditingkatkan, agar lebih nyaman masyarakat untuk berbelanja,” lanjutnya.

Presiden juga memberikan apresiasi, sebab sepanjang tahun 2018 sebanyak 4.200 pasar di tanah air yang telah direvitalisasi termasuk 800 pasar desa.

Kegiatan pembukaan peresmian dan pemberian penghargaan Pasar Rakyat dan Rakor Kemendag ini diawali dengan pemukulan gong dan penandatanganan prasasti untuk peresmian pasar.

Editor : MUD

Back to top button