UNAND Raih Prestasi di Tiga Divisi Berbeda Dalam Ajang KRTI 2026

PROKEPRI.COM, PADANG – Universitas Andalas (UNAND) berhasil meraih prestasi pada tiga divisi berbeda dalam kompetisi nasional.
Prestasi membanggakan itu ditorehkan mahasiswanya pada ajang Kontes Robot Terbang Indonesia (KRTI) 2026.
Kompetisi ini mempertemukan talenta-talenta terbaik perguruan tinggi Indonesia di bidang teknologi pesawat tanpa awak atau Unmanned Aerial Vehicle (UAV).
KRTI 2026 diselenggarakan pada 21–25 September 2026 dengan Institut Teknologi Kalimantan (ITK) sebagai tuan rumah.
Ajang ini berlangsung di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) dan kampus ITK di Balikpapan.
Sejumlah arena pertandingan berada di kawasan IKN yang dikelola dan dikembangkan oleh Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN).
Pelaksanaan kompetisi di kawasan IKN memberikan pengalaman tersendiri bagi para peserta.
KRTI 2026 diikuti 373 mahasiswa yang tergabung dalam 94 tim dari 43 perguruan tinggi di Indonesia.
Lima divisi dipertandingkan, yaitu Vertical Take-Off and Landing (VTOL), Fixed Wing (FW), Technology Development (TD), Long Endurance Low Altitude (LELA), dan Racing Plane (RP).
Pertandingan tersebar di sejumlah titik di kawasan IKN sesuai karakteristik masing-masing divisi.
Racing Plane dilaksanakan di kawasan ruas Jalan 6C/Kantong Parkir Bundaran Sumbu Barat, Vertical Take-Off and Landing (VTOL) di Lapangan Plaza Ceremony, sedangkan Fixed Wing berlangsung di Area Sumbu Kebangsaan PUPR dan Gedung Bank Indonesia.
Sementara itu, kegiatan Technology Development dilaksanakan di Gedung Multi Function Hall Kemenko 3.
Salah satu prestasi terbaik UNAND diraih Tim Gonjong Tujuah pada Divisi Racing Plane (RP). Tim ini berhasil meraih Juara II setelah menunjukkan performa penerbangan yang konsisten dan presisi.
Gonjong Tujuah tampil sebagai salah satu tim yang mampu menjaga konsistensi penerbangan dalam kondisi kompetisi. Dalam pelaksanaan lomba, wahana ini berhasil terbang sebanyak tujuh kali secara sempurna, menunjukkan kesiapan teknologi, ketepatan strategi, kemampuan pilot, serta keandalan sistem yang telah dipersiapkan oleh tim.
Konsistensi tersebut menjadi capaian penting mengingat Divisi Racing Plane menuntut kecepatan, ketepatan manuver, stabilitas wahana, serta kemampuan tim dalam mengendalikan pesawat pada lintasan yang telah ditentukan.
Prestasi berikutnya diraih Tim Sikumbang Api pada Divisi Vertical Take-Off and Landing (VTOL).
Sikumbang Api berhasil memperoleh penghargaan Best Design. Capaian tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap rancangan dan performa wahana yang dikembangkan mahasiswa UNAND.
Selama kompetisi, Sikumbang Api mendapatkan apresiasi dari dewan juri dan menunjukkan performance terbaik. Kemampuan wahana untuk melakukan vertical take-off and landing, dipadukan dengan desain dan sistem yang dikembangkan oleh mahasiswa, menjadi bagian penting dari keberhasilan tim.
Penghargaan Best Design juga menunjukkan bahwa kompetisi teknologi tidak hanya berbicara tentang siapa yang menyelesaikan misi, tetapi juga bagaimana mahasiswa mampu menghadirkan rancangan yang inovatif, efektif, dan memiliki performa yang baik.
Sementara itu, Tim Unggeh Tabang berhasil meraih Harapan I pada Divisi Fixed Wing (FW).
Dalam kompetisi, Unggeh Tabang berhasil menyelesaikan misi monitoring dan mapping. Kemampuan menyelesaikan misi tersebut memperlihatkan integrasi antara teknologi wahana, sistem kendali, kemampuan navigasi, serta kemampuan tim dalam menjalankan strategi penerbangan sesuai tantangan yang diberikan.
Misi monitoring dan mapping juga memperlihatkan bagaimana teknologi UAV dapat diarahkan untuk berbagai kebutuhan nyata, seperti pemetaan wilayah, pemantauan kawasan, mitigasi bencana, inspeksi infrastruktur, hingga pemantauan lingkungan.
Didampingi Langsung Pimpinan UNAND. Keberhasilan kontingen KRTI UNAND tidak terlepas dari dukungan dan pendampingan berbagai pihak di lingkungan Universitas Andalas.
Selama mengikuti KRTI 2026 di Kalimantan Timur, tim UNAND mendapatkan pendampingan langsung dari Wakil Rektor I Universitas Andalas, Direktur Kemahasiswaan UNAND, Wakil Dekan I Fakultas Teknik UNAND, Tim Direktorat Kemahasiswaan UNAND, serta para dosen pembimbing.
KRTI 2026 memiliki makna tersendiri bagi mahasiswa UNAND. Setelah melalui proses perancangan, pembuatan, pengujian dan berbagai penyempurnaan di kampus, karya mahasiswa akhirnya diuji di panggung nasional, bahkan diterbangkan langsung di kawasan Ibu Kota Nusantara.(red)
