Novrizal Klaim Kemiskinan di Kabupaten Lingga Menurun

PROKEPRI.COM, LINGGA – Wakil Bupati (Wabub) Kabupaten Lingga Novrizal mengklaim angka kemiskinan di Lingga mengalami penurunan berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS).
“Dari tahun-tahun sebelumnya memang tingkat kemiskinan Kabupaten Lingga ini berkisar di belasan persen. Tapi alhamdulillah, di tahun 2024 ini penurunan juga sekitar 9,9 persen,”ujarnya saat dialog di Ulasan TV, Rabu (17/9/2025).
Novrizal menegaskan, penurunan itu berkat dari pergerakan program di pemerintahannya bersama Bupati Lingga Muhammad Nizar.
“Ini apa maksudnya?, berarti kami sudah ada gerakan untuk menekankan tingkat kemiskinan di Kabupaten Lingga,”ungkapnya.
Penurunan itu juga, masih Novrizal, menjadi tantangan dirinya bersama kepala daerah terpilih Muhammad Nizar untuk kembali menurunkan angka kemiskinan tersebut.
“Dan ini juga akan menjadi tantangan bagaimana kami untuk menurunkan kembali tingkat kemiskinan ini,”tekan dia.
Novrizal memastikan, cara menurunkan tingkat kemiskinan itu, dengan menggalakkan program peningkatan ekonomi masyarakat dengan membuka pintu seluas-luasnya terhadap investasi yang akan masuk di Kabupaten Lingga ini.
“Itu salah satu trobosan untuk menekan angka kemiskinannya. Jadi angka kemiskinan di Kabupaten Lingga ini bukannya tetap, tapi tetap akan menurun terus, ini udah dibuktikan bahwa kami sudah sampai di 9,9 persen,”tegasnya lagi.
“Ini sudah kita lakukan ikhtiar inilah yang harus dihargai bahwa tingkat kemiskinan makin lama akan makin turun,”timpal Novrizal.
Masih Diatas Kertas
Ditempat sama, Ketua Ikatan Mahasiswa Kabupaten Lingga (IKML) Tanjungpinang, Muhammad Fatur menilai data yang disebut Wakil Bupati Lingga Novrizal hanya diatas kertas.
“Jadi, datanya kurang, karena tingkat pengangguran masih banyak di Lingga. Bagi saya angka penurunan kemiskinan di Lingga masih hanya diatas kertas sahaja,”ujar Fatur.
Dia pun meminta Pemkab Lingga agar memberikan data sesuai dengan fakta dilapangan.
Pengamat: Harus Jadi Perhatian Gubernur Kepri
Sementara itu, akademisi sekaligus pengamat politik Provinsi Kepri, Robby Patria memberikan pendapat berbeda. Menurut Robby, Kabupaten Lingga ini salah satu kabupaten yang harus menjadi perhatian Gubernur Kepri karena masalah ruang fiskal yang rendah.
“Jika hanya mengandalkan kekuatan APBD Lingga tanpa dorongan bantuan Pemprov Kepri dan APBN, maka ketimpangan pembangunan, pemerataan pembangunan Lingga dengan daerah lain akan terus melebar,”ujarnya.
Robby menyebutkan, Lingga perlu sentuhan pembangunan yang masiv agar wajah kotanya dan perdesaan mendapatkan tetesan kue pembangunan.
“Ya, jangan program program mudah hanya seperti jaminan BPJS saja untuk nelayan atau petani. Tapi pembangunan yang benar benar bisa merubah satu keluarga atau ribuan keluar keluar dari garis kemiskinan. Dan mereka sejahtera. Itulah esensi pembangunan yang diharapkan,”ulasnya.
Saat ini kemiskinan di Lingga masih 9 persen. Sementara kemiskinan nasional sekitar 6 persen. Dan angka kemiskinan Kepulauan Riau di empat persen. Lingga memuncaki tangga kemiskinan di atas nasional.
“Itu menurut angka kemiskinan BPS. Belum lagi jika kita pakai standar Bank Dunia,”kata dia.(is)
Editor: yn
