Update 13 April 2020 : 27 Orang Positif Covid19 di Kepri

PROKEPRI.COM, TANJUNGPINANG – Perkembangan kasus COVID-19 di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) per Senin, 13 April 2020 terdapat penambahan 4 orang Positif.
Dari data hari sebelumnya berjumlah 23 orang menjadi total 27 orang. 4 orang positif baru ini terdiri dari 2 orang di kota Tanjungpinang, dan 2 orang di kota Batam.
Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid19 Provinsi Kepri, H Isdianto sendiri memastikan sudah mendapat laporan pemeriksaan awal PCR. Ada 24 sample yang sudah dilakukan pemeriksaan. Hasilnya 16 sample negatif.
“Ada delapan sample yang positif,” kata Isdianto di Kantor Gubernur Kepri, Dompak, Tanjungpinang, Senin (13/4).
Dari delapan sampel positif itu, sambung Plt Gubernur Kepri ini, empat merupakan kasus baru. Empat pasien itu dua di Tanjungpinang, dua di Batam.
“Jadi di Kepri, jumlah pasien positif covid19 menjadi 27 orang,” ungkapnya.
Sementara, empat lagi merupakan pasien lama. Hasil swab tesnya masih positif.
Isdianto mengatakan polymerase chain reaction (PCR) di Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) Kelas I Batam mulai beroperasi.
Pengoperasian ini diharapkan mempermudah pencegahan cebaran pandemi covid19 di Kepri semakin luas. Tim Gugus Tugas bisa melakukan trackin dalam upaya memutus mata rantai sebaran itu.
“Kit berharap pemeriksaan bisa lebih banyak lagi terhadap pasien yang terdampak covid19. Semoga hasilnya memudahkan kita menangkal dan mencegah sebaran semakin luas,”
Isdianto belum mendapat laporan sebaran pasien yang positif ini. Termasuk cluster sebarannya dari mana. Dia berharap tak ada lagi cluster baru daerah terdampak covid19.
Metode PCR ini sering disebut sebagai swab test. Sample dari cairan pernafas bawah diambil untuk pemeriksaan.
Kemudian diekstrak asam nukleatnya. Di asam nukleat inilah terkandung gwnom virus yang menentukan apakah ada infeksi atau tidak.
Isdianto ingin penggunakan PCR ini lebih luas lagi. Karena itu, saat mengunjungi BTKLPP pekan lalu, Plt Gubernur Kepri ini langsung menginstruksikan pembelian bahan pendukung sehingga hasilnya bisa diketahui lebih cepat.
Sebelum diperiksa di Batam, sample ubtuk swab tes dari Kepri harus dibawa terlebih dahulu ke Jakarta. Memerlukan waktu hibgga delapan hari untuk mengetahui hasilnya. Dengan pengerjaan di Batam, paling lama dua hari hasilnya sudah didapat.
Saat ini, 1.000 bahan pendukung untuk PCR di BTKLPP Batam dalam proses.
“Segera beli bahan pendukung yang diperlukan untuk melengkapi beroperasinya alat ini,” kata Isdianto saat itu.
Pada kesempatan itu, Isdianto kembali mengingatkan masyarakat untuk terus menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah. Tetap menjalankan protokol kesehatan yang dikeluarkan pemerintah. Juga tetap berada di rumah.
“Kitalah yang menjaga diri kita dan keluarga kita. Juga menjaga Kepri tetap dalam kondisi sehat. Bersama kita bisa mencegah covid19 ini,” kata Isdianto.
Isdianto menambahkan bahwa dirinya sudah menerbitkan Instruksi Wajib Memakai Masker bagi semua orang yang beraktivitas diluar rumah dan seluruh pengelola fasilitas publik yang melayani masyarakat baik pemerintah maupun swasta mewajibkan petugas yang melayani menggunakan masker dan menyediakan sarana cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir atau hand sanitizer.
“Mari kita terus berdoa kepada Allah SWT Tuhan YME segera mengangkat COVID-19 dari Bumi Melayu yang kita cintai ini,” kata Isdianto.
Walikota Tanjungpinang Positif Corona
Dari penambahan 4 orang Positif, salah satu pasien adalah Walikota Tanjungpinang H Syahrul. Beliau mendapatkan perawatan intensif dan diisolasi di Rumah Sakit Umum Daerah Raja Ahmad Tabib (RSUD-RAT).
Informasi itu dibenarkan Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kepri, Tjetjep Yudiana disejumlah media massa.(yan)
