Warga Kepri Diimbau Waspadai Bahaya Awan Cumulonimbus

PROKEPRI.COM, TANJUNGPINANG – Warga di daerah sekitar Kepulauan Riau (Kepri) diimbau mewaspadai bahaya awan Cumulonimbus (awan hitam pekat bergumpal-gumpal,red). Karena dapat menyebabkan terjadinya cuaca buruk secara tiba-tiba, seperti angin kencang hujan deras, petir, juga potensi puting beliung.
Imbauan tersebut disampaikan Prakirawan cuaca Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Tanjungpinang, Kepri, Ardhito Bramandhika Putra kepada Prokepri.com, Kamis (9/3).
“Walaupun bulan maret ini cenderung teduh, namun awan Cumulonimbus harus selalu diwaspadai, yaitu awan yang hitam pekat bergumpal-gumpal itu yang dapat menyebabkan cuaca buruk secara tiba-tiba, seperti angin kencang hujan deras, petir, juga potensi puting beliung, itu perlu diwaspadai dimanapun bagi warga yang ingin berkegiatan, mengendarai transportasi darat, laut juga udara,” Pesan Ardhito saat kami temui di kantornya.
Dilansir dari laman BMKG.co.id pada Kamis (09/03/2017) juga telah memperingatkan secara dini, untuk transportasi laut dan aktivitas kelautan dhimbau agar lebih berhati-hati terhadap arus laut yang kuat di wilayah perairan Batam, Bintan dan Tanjung Balai Karimun.
Secara klimatologi (Jangka Panjang selama 30 tahun: grafik jumlah curah hujan bulanan dari 1981 hingga 2010) Ardhito menjelaskan jumlah curah hujan di bulan Januari lalu cukup tinggi yaitu 285.7 milimeter, di bulan februari sedikit rendah yaitu 113.8 milimeter, lalu maret ini cukup stabil yaitu 242.9 milimeter.
“Data klimatologi ini akan kita perbaharui untuk data 1991 sampai 2020 mendatang,” jelas Ardhito.
Masih hangat diingatan warga Tanjungpinang, tenggelamnya boat menuju Pulau Penyengat pada tanggal 22 Agustus 2016 lalu, yang menewaskan 10 orang, tentu hal ini menjadi peringatan yang sangat jelas kepada warga untuk lebih berhati-hati.
“Bulan lalu (Februari) ada puting beliung di Senggarang, kalau dianambas-Natuna pada bulan Februari gelombang laut mencapai 5 meter, angin cukup kuat sekali maksimum mencapai 54 Km/Jam, jadi hati-hati walaupun dekat ke Penyengat tetap harus waspada,” tambah Ardhito.
Reporter : Rudi Rendra
