Dewan Kepri Soroti Garuda Indonesia Akan Hengkang Dari Bandara Internasional RHF

PROKEPRI.COM, TANJUNGPINANG – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepri, Rudy Chua, menyoroti kabar Garuda Indonesia akan menghentikan layanan penerbangan dari dan menuju Bandara Internasional Raja Haji Fisabilillah (RHF), Kota Tanjungpinang.
Menurut dia, kebijakan tersebut berpotensi berdampak pada citra daerah dan kepercayaan investor terhadap Kota Tanjungpinang.
“Garuda Indonesia merupakan maskapai nasional yang selama ini identik dengan citra dan prestise sebuah kota. Penghentian layanan ini tentu dapat memengaruhi persepsi publik dan investor,” tegas Rudy, Kamis (22/1/2026).
Ia menilai, daerah-daerah yang dilayani oleh Garuda Indonesia umumnya memiliki aktivitas ekonomi yang cukup baik. Oleh karena itu, penghentian penerbangan di Bandara RHF dikhawatirkan dapat berdampak terhadap iklim investasi di Tanjungpinang.
Rudy juga mengungkapkan bahwa wacana penghentian penerbangan tersebut diduga dipicu oleh minimnya jumlah penumpang. Selama ini, pengguna jasa Garuda Indonesia pada rute Tanjungpinang–Jakarta didominasi oleh aparatur sipil negara (ASN) dan pelaku usaha.
“Kondisi ini tidak terlepas dari adanya pengurangan anggaran perjalanan dinas, sehingga berdampak langsung pada penurunan jumlah penumpang Garuda,” jelasnya.
Lebih lanjut, Rudy menyampaikan bahwa Gubernur Kepulauan Riau telah menyurati Direktur Utama Garuda Indonesia guna meminta agar kebijakan tersebut dapat ditinjau kembali.
Namun hingga kini, Pemerintah Provinsi Kepri masih menunggu respons resmi dari pihak maskapai.
“Gubernur sudah menyampaikan surat permohonan peninjauan kembali. Sampai saat ini belum ada jawaban resmi. Kita berharap ada solusi terbaik demi kepentingan daerah,” pungkasnya.(red)
