KEPRI

Wamen Kebudayaan Giring Minta Gubernur Kepri Dukung Peluncuran Aplikasi Pantunesia

Wamen Kebudayaan Giring Ganesha di hadapan sejumlah wartawan dalam konferensi pers usai menghadiri Malam Anugerah Budaya-Go di Pos Bloc Jakarta, Sabtu (7/12/2025). Foto prokepri/yoan

PROKEPRI.COM, JAKARTA – Wakil Menteri (Wamen) Kebudayaan Indonesia, Giring Ganesha meminta Gubernur Kepri Ansar Ahmad mendukung peluncuran aplikasi PANTUNESIA, yang direncanakan akan berlangsung pada 17 Desember 2025, bertepatan dengan Hari Pantun Nusantara.

Permintaan itu disampaikan Giring ketika ia menghubungi Ansar langsung.

“Saya sudah telepon langsung Pak Gubernur Kepri untuk membantu aplikasi Pantunesia ini,” kata Giring di hadapan sejumlah wartawan dalam konferensi pers usai menghadiri Malam Anugerah Budaya-Go di Pos Bloc Jakarta, Sabtu (7/12/2025).

Menurut Giring, Pantunesia memiliki nilai strategis karena dapat meningkatkan kemampuan berpantun, terutama di kalangan pejabat publik yang kini semakin sering menggunakan pantun dalam acara formal.

“Semua pejabat sekarang sudah mulai sering berpantun. Aplikasi Pantunesia diharapkan bisa menjadi nilai tambah dalam kualitas pantun yang disampaikan,”ujarnya.

Dalam kompetisi nasional Budaya-Go yang digelar Kementerian Kebudayaan, Pantunesia berhasil meraih Juara 3 kategori profesional. Prestasi tersebut sekaligus membuktikan bahwa budaya dapat berdampingan dengan teknologi dalam arus globalisasi.

Pantunesia menjadi satu-satunya tim dari Kepulauan Riau yang lolos hingga babak final, menyisihkan lebih dari 600 tim dengan total peserta hampir 4.000 orang dari seluruh Indonesia.

Tim Pantunesia terdiri dari: Dato’ Setia Perdana Yoan S. Nugraha – ketua tim dan penggagas aplikasi, Pandu Wijaya Saputra – head programming, Doni – mobile app developer, Said Fakhrur Ar Rozzie – Etnomusikolog, Sonia – Duta Pantun Kepri 2022, serta M. Syarif – videografer, dan Agam – backend programmer.

Rencana peluncuran Pantunesia pada 17 Desember 2025 diharapkan menjadi momentum penguatan pelestarian pantun sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO dan membuka jalan bagi integrasi budaya dengan teknologi di tingkat nasional.(wan)

Editor: yn

Back to top button