Pemprov Kepri Serukan Generasi Muda Kembangkan Teknologi

PROKEPRI.COM, TANJUNGPINANG – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau menyerukan tidak hanya mampu menggunakan teknologi telekomunikasi dan informasi, melainkan berinovasi mengembangkan teknologi tepat guna yang menyentuh langsung kepentingan masyarakat.
Kepala Bidang Sumber Daya Alam dan Teknologi Tepat Guna Perdesaan Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa Kepulauan Riau (BPMD Kepri) Bertha De Jurisal, di Tanjungpinang, Jumat (19/8), mengatakan masyarakat harus melek teknologi, dan mampu memanfaatkannya secara positif.
“Pengembangan teknologi, tantangan yang harus mampu dijawab oleh generasi muda. Mereka harus mampu berinovasi, melahirkan ide-ide baru menciptakan teknologi yang berguna bagi masyarakat,” katanya saat menyampaikan materi seminar yang diselenggarakan Komunitas Bakti Bangsa di SMKN I Tanjungpinang.
Dia mengemukakan pelajar dan mahasiswa sebaiknya mengisi waktu dengan kegiatan positif. Bagi yang tertarik di bidang teknologi harus mendalami pengetahuan soal itu, dan berani berinovasi.
Kepri membutuhkan pelajar dan mahasiswa yang berani berinovasi, menciptakan teknologi baru yang dapat menambah nilai produk.
Tahun 2015, dua pelajar asal Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, Kepri berhasil menemukan teknologi sederhana, alat pemisah timah. Tahun ini, mereka berhasil juara dua dalam ajang bergengsi di Taiwan.
Dalam seminar bertema “Memanfaatkan Iptek Secara Maksimal Menggunakan Teknologi Untuk Kepentingan Bangsa” itu, Bertha juga menampilkan karya Novirman, seorang pelaku usaha kecil dan menengah, yang menjadi juara pertama dalam Teknologi Tepat Guna Kepri tahun 2016.

Novirman berhasil menemukan alat pengopek (pengupas) kacang yang sederhana.
Dalam rekaman video tampak alat pengopek kacang bekerja efisien mengupas kulit kacang. Cara konvensional membutuhkan waktu selama 4 hari untuk mengupas 50 kg kacang, sementara dengan menggunakan alat yang diciptakan Novirman hanya 1 jam 14 menit.
“Novirman menciptakan alat untuk memudahkan kerjaannya, tetapi hasilnya dapat membantu masyarakat, lebih efisien, mudah dan efektif,” ujarnya.
Dalam seminar yang dihadiri sekitar 150 orang pelajar dan mahasiswa itu, narasumber lainnya, Mahmud Hidayaturahmad, mahasiswa fakultas Teknik Universitas Maritim Raja Ali Haji yang tahun ini akan diwisuda juga menampilkan karyanya berupa alat pengukur suhu air.
Alat yang sudah diteliti di berbagai laboratorium dibutuhkan untuk mengembangkan peternakan ikan.
“Saya persembahkan hasil penelitian saya itu untuk kampus, dan dapat dikembangkan untuk kemajuan perikanan di Indonesia, khususnya Kepri,” ujarnya, yang juga aktivis Himpunan Mahasiswa Islam.
Dia menyerukan para generasi muda tidak hanya memanfaatkan media sosial untuk pamer, melainkan sarana komunikasi yang positif dalam pengembangan pengetahuan.
“Fasilitas gratis yang tersedia di internet juga seharusnya dapat dimanfaatkan untuk mengunduh berbagai kegiatan yang menambah pengetahuan, memotivasi agar berani berinovasi,” ucapnya.
Dosen Fakultas Teknik UMRAH Hendra Kurniawan, yang juga narasumber dalam seminar itu mengatakan sekolah dan kampus memiliki kewajiban untuk menciptakan generasi muda melek teknologi.
Pengetahuan tentang teknologi juga harus disosialisasikan kepada masyarakat sehingga dapat dimanfaatkan.
“Dosen memiliki tanggung jawab menyalurkan ilmu, salah satunya terkait teknologi. Mau atau tidak mau, perguruan tinggi harus berinovasi dengan mengembangkan dan menggunakan teknologi, tidak boleh gunakan cara konvensional,” ucapnya.
Ketua Komisi II DPRD Kepri mengatakan wilayah ini harus dibangun dengan sentuhan teknologi. Kondisi geografis Kepri, kata dia mengharuskan dikelola dengan sentuhan teknologi agar lebih efisien, murah, dan efektif.
Dia menyontohkan kondisi Singapura pada 40-50 tahun yang lalu yang mirip dengan Pelantar I dan Pelantar II di Tanjungpinang sekarang, kini memiliki bangunan pencakar langit, yang megah dan kokoh.
Singapura, negara yang bertetangga dengan Kepri itu dibangun dengan sentuhan teknologi. Pemerintah Singapura menggunakan teknologi tinggi untuk membangun negara itu.
“Bagaimana dengan Kepri? Kepri masih lambat mengenal, menggunakan teknologi. Kini saatnya generasi muda bangkit, berinovasi, berkarya menghasilkan teknologi yang dapat membangun Indonesia, khususnya Kepri.” tutup Ing Iskandarsyah. (r/)
