Wawako Batam Claudia Tegaskan Evaluasi Menyeluruh Terhadap Sistem Keselamatan Kerja di Perusahaan

PROKEPRI.COM, BATAM – Wakil Walikota Batam, Li Claudia Chandra, menegaskan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap sistem keselamatan kerja di perusahaan pasca meledaknya kapal tanker MT Federal II di galangan kapal PT ASL Shipyard Indonesia di Tanjung Uncang yang menewaskan 11 pekerja.
“Evaluasi harus dilakukan untuk mengetahui bagaimana kejadian seperti ini bisa terjadi lagi. Keselamatan pekerja harus menjadi prioritas utama,” kata Li, Jumat (17/10/2025).
Sebelumnya diberitakan, empat korban ledakan Kapal Tanker MT Federal II di galangan PT ASL Shipyard Indonesia, Tanjung Uncang, meninggal dunia di Rumah Sakit (RS) Muatiara Aini, Batam.
“Empat korban meninggal, lima berada di ICU dan sisanya berada di rawat inap,”ujar dokter RS Mutiara Aini, Elvi Sukma, Jumat (17/10/2025).
Elvi mengatakan, hingga kini, para korban kebakaran Kapal Federal II yang berada di Mutiara Aini sebanyak 15 orang.
“Kami terus memberikan penanganan maksimal kepada para korban,”sambung dia.
Data terbaru, jumlah korban meninggal pasca terbakar dan meledaknya Kapal Tanker MT Federal II tersebut bertambah satu, totalnya menjadi 11 orang.
Satu korban terbaru bernama Roni A Harefa. Ia menghembuskan nafas terakhirnya pada Kamis (16/10/2025) sekira pukul 14.00 Wib siang, kemaren.
Roni meninggal dunia setelah berjuang melawan luka bakar parah dengan perawatan intensif di RS Mutiara Aini. Namun, nyawanya tak tertolong.
Sebelumnya diberitakan, kapal tanker Federal II terbakar kemudian meledak di galangan kapal PT ASL Marine Shipyard, Kelurahan Tanjung Uncang, Kecamatan Batu Aji, Kota Batam, pada Rabu (15/10/2025) sekitar pukul 04.20 WIB, kemaren.
Jumlah korban dalam peristiwa maut ini total 32 orang dari semula 28 korban.
Dengan rincian, 11 orang meninggal dunia dan 21 orang luka-luka (7 luka berat dan 14 orang lainnya luka ringan).
10 orang meninggal telah menjalani proses identifikasi dan otopsi jenazah di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Batam.
Para korban sebelumnya dirawat di beberapa rumah sakit di Kota Batam, antara lain RS. Mutiara Aini, RS. Elizabeth Sei Lekop, RS. Graha Hermine, dan RSUD Embung Fatimah.(wan)
Editor: yn
