KARIMUNKEPRI

Imigrasi Karimun Tangkap Enam Orang WNA Asal Bangladesh

Inilah enam orang WNA asal Bangladesh yang diamankan Imigrasi Tanjung Balai Karimun. Foto Istimewa.

PROKEPRI.COM, KARIMUN – Imigrasi Kelas II Tanjung Balai Karimun, Kepri berhasil menangkap enam orang Warga Negara Asing (WNA) asal Bangladesh di depan Hotel Millenium, Kecamatan Karimun, Kabupaten Karimun, Kepri, Jumat (3/2) pukul 11.00 Wib siang. Keenam WNA tersebut diduga merupakan imigran gelap.

Kendati demikian, berdasarkan data akurat yang diperoleh, kronologis penangkapan pada hari Selasa tanggal 31 Januari 2017 sekitar pukul 10.00 WIB sebanyak 6 orang WNA Bangladesh tiba di Pelabuhan Domestik Tanjung Balai Karimun dari Batam. Dikarenakan keenam orang WNA Bangladesh tersebut kelihatan mencurigakan, pihak Imigrasi menjejaki mereka hingga ke Hotel Millenium yang berada di Jalan. Nusantara, Kecamatan Karimun, Kabupaten Karimun.

“Sekitar pukul 11.00 WIB pihak Imigrasi mengamankan ke enam orang WNA Bangladesh dan dibawa ke Kantor Imigrasi Tanjung Balai Karimun untuk diperiksa,” ungkap sumber kepada prokepri.com.

Sumber itu menerangkan, identitas ke-enam WNA Bangladesh yakni Mohammad Omar Faruk, Kewarganegaraan Bangladesh, Nomor Passport BE0108645 dengan masa aktif Passport 01 Januari 2015 hingga 31 Desember 2019. Kemudian, Kamaruzzaman, Kewarganegaraan Bangladesh, Nomor Passport BM0889906 masa aktif Passport 21 Desember 2016-20 Desember 2021, Md. Rubel Hosen, Kewarganegaraan Bangladesh, Nomor Passport BM0889912 masa aktif Passport 21 Desember 2016-20 Desember 2021.

Sementara itu, tiga WNA lainnya bernama Kabir, kewarganegaraan Bangladesh ,No. Passport BM0433801 masa aktif Passport 09 November 2016-08 November 2021, Abdul Karim, Nomor Passport : BL0514041 masa aktif Passport 03 Agustus 2016-02 Agustus 2021 dan Md. Saiful Islam Sani, Kewarganegaraan Bangladesh, Nomor Passport BK0165204, masa aktif Passport 09 Februari 2016 s/d 08 Februari 2021.

“Dari hasil penyelidikan sementara oleh pihak Imigrasi Karimun, Rombongan WNA Bangladesh tersebut sebanyak 11 orang berangkat dari Dhaka, Bangladesh menuju Jakarta kemudian ke Batam dan bertemu dengan M. Omar Faruk (leader tour), selanjutnya sebanyak 5 orang WNA Bangladesh dipimpin M. Omar Faruk menuju ke Karimun untuk transit dan tertangkap di Karimun sebelum berangkat ke Malaysia sedangkan 6 orang lagi WNA Bangladesh masih berada di Batam,” beber sumber tersebut.

Sumber menduga M. Omar Faruk (Leader tour) merupakan orang yang bertugas menjemput WNA Bangladesh tersebut ketika berada di Batam dan membawa ke Malaysia ( sindikat imigran gelap) Diketahui M. OMAR Faruk memiliki identitas KTP palsu beralamatkan Sei tering II, RT 002/005 Tanjung Sengkuang, Kecamatan Batu ampar Kota Batam.

“WNA asal Bangladesh tersebut diduga merupakan TKA yang hendak bekerja di Malaysia, dikarenakan mereka diminta agen sebanyak 500 dollar untuk keberangkatannya dan dipotong gaji setelah berada di Malaysia. Hingga saat ini Imigrasi Karimun masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terhadap kelima WNA Asal Bangladesh beserta seorang Leader tour tersebut dan pihak Imigrasi Karimun juga telah berkordinasi dengan Imigrasi Batam untuk melakukan pencarian terhadap ke enam WNA Asal Bangladesh yang masih berada di Batam,” tutup sumber tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, Prokepri.com belum berhasil mengkonfirmasi Imigrasi Kelas II Tanjung Balai Karimun terkati penangkapan tersebut.(*)

Tinggalkan Balasan

Back to top button