KEPRITANJUNGPINANG

Iriaty Akan Pimpin Sidang Perkara Gratifikasi Deposito BSM

Sidang Digelar Rabu Depan

Jaksa Penuntut Umum dari Kejati Kepri melimpahkan berkas dua tersangka dugaan korupsi gratifikasi deposito jangka pendek Pemkab Anambas sebesar Rp1,2 miliar di BSM cabang Tanjungpinang tahun 2010-2011 lalu, ke ruang Panitera Muda Tipikor PN Tanjungpinang, Kamis (3/8) kemaren. Foto Prokepri.com.

PROKEPRI.COM, TANJUNGPINANG – Iriaty Khairul Ummah SH ditunjuk sebagai Ketua Majelis Hakim sidang perkara dua dari tiga terdakwa korupsi gratifikasi deposito jangka pendek Pemkab Anambas sebesar Rp1,2 miliar di Bank Syariah Mandiri (BSM) cabang Tanjungpinang tahun 2010-2011 lalu, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Tanjungpinang.

Kedua terdakwa tersebut, yakni mantan Kepala Bagian (Kabag) Keuangan Pemkab Anambas Ipan SE dan mantan Kepala cabang Bank Syariah Mandiri di Tanjungpinang, Khoirul Rijal AR.

Sedangkan satu berkas tersangka lagi atas nama mantan Bupati Anambas, Drs Tengku Mukhtarudin, belum bisa disidangkan karena belum dilimpahkan oleh JPU Kejati Kepri ke Pengadilan Tipikor Tanjungpinang dengan alasan sakit dan masih dirawat di salah satu rumah sakit di Pekanbaru.

Dalam sidang dua berkas perkara ini, Iriaty nantinya akan didampingi dua hakim anggota, yakni Santonius Tambunan SH, MH dan Yon Efri SH, MH sebagai hakim Ad-hoc. Sidang perdana perkara tersebut dijadwalkan, Rabu (16/8) pekan depan.

“Sesuai jadwal yang telah ditentukan, sidang dua berkas perkara ini akan digelar Rabu pekan depan, dengan majelis hakim yang juga telah ditunjuk, dan salah satunya termasuk saya sendiri” kata Humas Pengadilan Negeri Tanjungpinang, Santonius Tambunan SH, MH, Senin (7/8).

Kedua berkas perkara tersebut sebelum telah dilimpahkan jaksa penuntut umum (JPU) Kejati Kepri ke Pengadilan Tipikor Tanjungpinang, sejak Kamis (3/8) lalu.

Menyikapi jalannya pelaksaan sidang dua berkas perkara tersebut, Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Kepri, Ferry Tass SH MH Msi menyatakan, pihaknya telah siap untuk membacakan dakwaan oleh JPU yang telah ditunjuk sebelumnya.

“Insya Allah kita sudah siap untuk membacakan dakwaan pada sidang perdana dua berkas perkara terdakwa tersebut, termasuk menghadirkan sejumlah saksi dalam persidangan selanjutnya nanti” kata Ferry Tass.

Menyangkut satu berkas perkara lagi atas nama Tengku Mukhtarudin belum bisa dilimpahkan untuk disidangkan, Ferry Tass menyebutkan, pihaknya telah memanggil yang bersangkutan untuk datang kembali hari ini (Senin-red). Namun belum bisa hadir dengan alasan masih dalam proses perwatan kesehatan disalah satu rumah sakit swasta di Pekanbaru, usai operasi penyempitan pembuluh darah pada tubuhnya.

“Yang bersangkutan (Tengku Mukhtarudi) sudah kita panggil untuk datang hari ini (Senin-red), namun belum bisa datang, karena masih dalam perawatan tim medis di Rumah Sakit di Pekanbaru,” ucap Ferry Tass.

Sebagaimana diberitakan, modus yang dilakukan para tersangka (terdakwa) dalam perkara ini bermula ketika Pemkab Anambas menyimpan dana APBD tahun 2011 melalui deposito di Bank Syariah Mandiri cabang Tanjungpinang sebesar Rp80 miliar. Di tahun yang sama Pemkab kembali menyimpan dana itu sebesar Rp30 miliar dan tahun 2012 sebesar Rp10 miliar. Total dana deposito sebesar Rp120 miliar.

Dari dana itu diperoleh hadiah dari pihak bank bersangkutan sebanyak 25 unit sepeda motor, termasuk 1 unit mobil Avanza dan 1 unit mobil Fortuner. Hadiah tersebut seharusnya merupakan milik Pemkab Anambas, namun kenyataannya tidak, sehingga menimbulkan kerugian negara sebesar Rp1,2 miliar,” ungkap Yunan.

Atas perbuatannya, ketiga tersangka dijerat dengan pasal 2 jo pasal 3 UU Nomor 31 tahun 1999 jo pasal 55 KUHP tentang tindak pidana korupsi.

Penulis : AL
Editor : YAN

Tinggalkan Balasan

Back to top button