KEPRITANJUNGPINANG

Jawab Nota Pembelaan PH Terdakwa Korupsi Bansos TPQ Batam, Jaksa Tetap Dengan Tuntutannya

Sidang Dugaan Korupsi Bansos TPQ Batam Rp6,4 Miliar

Ilustrasi kasus korupsi Bansos. Foto net.

PROKEPRI.COM, TANJUNGPINANG – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rusli SH dari Kejati Kepri menyatakan tetap pada tuntutan kala menjawab (tanggapan) atas nota pembelaan dari penasehat hukum ketiga terdakwa dalam sidang kasus dugaan korupsi dana bantuan sosial (Bansos) untuk guru Taman Pendidikan Qur’an (TPQ) melalui alokasi dana APBD Batam 2011 sebesar Rp6,4 miliar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Tanjungpinang, Selasa (7/3).

Ketiga terdakwa tersebut merupakan oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) pejabat di Pemko Batam, masing-masing Abdul Samad, Junaidi dan Jamiat. Abdul Samad pada saat kasus tersebut menjabat sebagai Kasubag Bansos Sekretariat Kota Batam, Junaidi selaku Kasubag Kesra Pemko Batam dan Jamiat Ketua Umum Badan Musyawarah Guru (BMG) TPQ Kota Batam.

Dalam sidang sebelumnya, masing-masing terdakwa dituntut selama 6 tahun penjara, ditambah denda Rp50 juta subsider 3 bulan kurungan, termasuk dikenakan uang pengganti (UP) kerugian negara.

Untuk terdakwa Jamiat, JPU mengenakan UP sebesar Rp5,698 miliar dalam waktu satu bulan setelah tuntutan tersebut, melalui penyitaan seluruh harta kekayaannya. Namun jika tidak mencukupi, maka akan diganti penjara selama 3 tahun.

Kemudian untuk terdakwa Abdul Samad, dikenakan UP sebesar Rp745,200 Juta, dengan catatan jika tidak sanggup membayarnya akan dikenakan hukuman penjara selama 3 tahun. Sementara untuk terdakwa Junaidi, JPU tidak mengenakan uang pengganti.

Menurut JPU, ketiga terdakwa tersebut diyakini terbukti bersalah sebagaimana dakwaan Subsider melanggar Pasal 3 UU nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 KUHP.

“Kami JPU tetap berpendapat bahwa terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan menurut hukum melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana surat tuntutan yang telah kami bacakan pada sidang sebelumnya,” ucap JPU Rusli SH dihadapan masing ketiga terdakwa dalam sidang dipimpin majelis hakim Pengadilan Tipikor Santonius Tambunan SH MH didampingi hakim anggota Corpioner SH MH dan Yon Eferi SH MH.

Dalam kasus dugaan korupsi tersebut dilakukan dengan menyalurkan bantuan sosial yang sudah dianggarkan oleh Pemko Batam pada APBD 2011 senilai Rp6,4 miliar untuk instentif atau honor guru mengaji di TPQ. Namun dana tersebut tidak disalurkan sesuai peruntukan sebagaimana layaknya.(al)

Tinggalkan Balasan

Back to top button