KAMPUS

Dekan FE Umrah ‘Dipaksa’ Mundur Dari Jabatannya

Diduga Tak Memilih Rektor Baru

Dekan Fakultas Ekonomi Umrah Tanjungpinang Drs Henry Eryanto
Dekan Fakultas Ekonomi Umrah Tanjungpinang Drs Henry Eryanto MM

PROKEPRI.COM, TANJUNGPINANG – Diduga karena tak memilih Prof. Dr. Syafsir Akhlus, M.Sc pada Pemilihan Rektor (Pirek) baru-baru ini, Dekan Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Maritim Raja Ali Haji (Umrah) Tanjungpinang, Drs. Henry Eryanto, MM ‘dipaksa’ mundur dari jabatannya.

“Karena diindikasi tidak mendukung rektor Umrah terpilih (Prof. Dr. Syafsir Akhlus, M.Sc). Bahkan ada info anggota senat yang tidak mendukung diintimidasi dan fasilitas ditarik,” kata sumber yang dapat dipercaya kepada Prokepri.com yang sengaja identitasnya dirahasiakan di Tanjungpinang, Kamis (12/5).

Sementara itu, Dekan FE Umrah Henry Eryanto sendiri membenarkan kabar tersebut.

“Mungkin ini berkaitan dengan Pirek. Ya, karena saya secara ini saya milih yang lain. Termasuk hak tujangan juga belum dibayar sama Rektor Umrah, sama dengan karyawan yang lainnya. Saya bekerja tanpa melihat itu awalnya. Sambil nunggu. Kalau memang profesional, swasta aja jelas ada pesangon ini tidak. Artinya saya gak tau kenapa harus ditarik, kan saya belum selesei. Seleseinya nanti bulan Oktober tahun 2016,” ungkap Henry saat dihubungi melalui via handphone.

Henry mengatakan, bahwa memang dirinya diperbantukan di Umrah, atas permintaan Rektor Umrah kepada Rektor UNJ (Universitas Negeri Jakarta) pada tahun 2014 bulan Oktober.

“Ada permintaan Rektor Umrah kepada Rektor UNJ. Kemudian Rektor UNJ melakukan Rapim (Rapat Pimpinan). Maka hasil Rapim tadi dipilihnya saya mewakili UNJ memperbantukan Rektor Umrah,” katanya.

“Itu dasarnya pertama. Memang saya kesana melaksanakan tugas sesuai dengan perintah dari Rektor UNJ dan hasil Rapim UNJ segala keseluruhan. Jadi ya saya datang ke sana untuk melaksanakan aturan dengan kurang lebih SK (Surat Keputusan) 2 tahun bertugas. Jadi, Oktober 2014 hingga Oktober 2016. Tetapi, saya dapat info, saya dipanggil Rektor UNJ, karena ada permintaan Rektor Umrah, bapak (Henry) ditarik. Jadi Rektor Umrah itu meminta Rektor UNJ menarik saya,” sambung Henry menceritakan kronoligisnya.

Henry mengakui bahwa dirinya saat ini berada di Jakarta memenuhi panggilan Rektor UNJ.

“Saya jelaskan ke rektor UNJ bukan karena wan prestasi artinya bukan saya melakukan seuatu kesalahan dalam perkejaan tetapi saya jelaskan ke rektor karena persoalan pemilihan. Rupanya Rektor Umrah gak bisa terima dengan perbedaan pilihan,” jelasnya lagi.

Henry menambahkan, sejauh ini belum ada bertemu dengan Rektor Umrah.

“Bagi saya pokoknya sudah jelas ini, saya kembali ke pinang. Kebetulan kemaren juga salah satu alasan Rektor Umrah, karena saya belum selesei kuliah S3 nya. Padahal saya sudah mengatakan dari awal bahwa posisi saya dengan mengurus dissertasi. Tetapi, dulu kata Rektor Umrah tak ada masalah, berangkat saja . Jadi sebenarnya posisi saya sudah diketahui tetapi kalau masalah ini mencuat kenapa gak dari awal dia menolak sayakan. kok baru sekarang. saya tinggal menyeleseikankan saja.(***)

Tinggalkan Balasan

Back to top button